PROSES HIJRAHKU..!!!
Buat yang pengen berhijrah, wajib baca ya ukhti, semoga hatinya semakin dimantapkan dan terus istiqomah..
Buat yang pengen berhijrah, wajib baca ya ukhti, semoga hatinya semakin dimantapkan dan terus istiqomah..
Aku bukanlah wanita yang sempurna bahkan jauh dari kata sholehah..
Proses hijrahku tidaklah mudah dan butuh waktu yang lama untuk memantapkan hati..
Sejak kecil aku tidak diajarkan untuk memakai hijab bahkan ibu ku pun tidak memakainya.. lingkungan disekitarku pun tidak ada satupun wanitanya yang berhijab,, #astaghfirullah.. Saat SMA, aku mulai belajar berhijab, itupun hanya ikut-ikutan trend hijab waktu itu,, yaaa, yang namanya bukan niat dari diri sendiri, aku pun melepas pasang hijabku (kadang berhijab kadang tidak) sampai menjelang kelulusan sekolah, akupun benar-benar melepaskannya, memang teman-temanku tidak banyak yang berhijab dan oleh sebab itu akupun melepaskannya... Di saat itulah aku mulai merasakan jatuh cinta, yaaaa yang namanya jatuh pasti sakit rasanya.. dulu, aku suka dijulukin sama temen-temen "playgirl" gitu, #astaghfirullah gak sadar udah ngelakuin dosa dan pada saat itu ngerasa bangga dengan julukan itu.. Semakin hari akupun semakin jauh dari Allah, di setiap hariku yang ada hanya pacar dan pacar saja,,, ya, memang benar, setan akan selalu membawa orang-orang pada kesesatan dan merasa semakin nyaman untuk berbuat dosa... Suatu ketika, Allah menegurku betapa sakitnya cinta kepada lelaki yang tidak halal bagiku, aku yang suka menyakiti hati lelaki, keadaanpun berbalik... sakit rasanya, bahkan sempat terpikir bahwa Allah tidak adil, #astaghfirullah terlintas hatipun tersadar, betapa durhakanya aku terhadap Allah, aku yang telah mendustakannya, aku yang telah melanggar larangannya, justru malah berbalik menghina Allah.. Pacaran itu tidak ada perintahnya sejak zaman Nabi dan sampai akhir zaman, aku sudah mengetahui akan hal itu, tetapi tetap saja aku melanggarnya, aku terus mencari-cari alasan bahwa pacaran itu boleh secara islami dengan tidak melakukan hal-hal yang berlebihan, namun lagi-lagi itu bisikan setan yang menghalalkan apa yang diharamkan_Nya...
Waktu terus berlalu, aku pun melanjutkan kuliahku, ya, inilah masa kedewasaanku dimulai, aku mulai belajar untuk memakai hijab saat memasuki semester 2, awalnya hijabku masih terbilang jilboobs seperti trend sekarang ini bahkan tak terlintas sedikitpun untuk berhijab syar'i... Saat itu, aku belum jera akan niat untuk berpacaran lagi dan tetap untuk mengoleksi mantan sebanyak-banyaknya #astaghfirullah, dan lagi-lagi akupun tersakiti, ya, Allah mengingatkanku kembali betapa cemburunya Allah ketika aku melupakannya entah menomorberapakan Allah..
Ketika usiaku genap 20 tahum, tepatnya 26 januari 2015, aku mulai tersadar akan semua yang aku lakukan terhadap Allah selama ini, aku selalu melupakannya, melanggar perintahnya, menghalalkan apa yang diharamkan, padahal Allah selalu memberikan apa yang aku pinta bahkan yang tidak aku pinta pun Allah kasih, sudah jelas tertulis dalam surah Ar-Rahman "maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" ... Sejak saat itu, aku mulai terpikir bahwa aku sudah dewasa, aku mulai mengenali apa isi Al-Qur'an yang selama ini hanya ku baca tapi tidak ku ketahui apa isinya, aku pun menemukan beberapa surah akan perintah hijab yang benar-benar murni perintah Allah, misalnya dalam surah Al-Ahzab:59 "wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin 'hendaknya mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali sehingga mereka tidak diganggu, dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang" dan surah An-Nur:31 "hendaknya mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya dan tidak menampakan perhiasan yang tidak tampak padanya dan hendaknya mereka menutupkan kain kerudung kedadanya,....." .. Kedua ayat tersebut mempunyai arti yang besar bagi perubahanku, bahkan hijab yang biasa ku pakai bukanlah hijab yang sesungguhnya, bahkan lebih mendatangkan dosa, bagaimana tidak? Hijab yang ku pakai hanya menutupi kepala dan leher saja, namun lekuk tubuhku masih terlihat dengan jelas #astaghfirullah, sedih ngerasa banget hidup di zaman jahiliyah... Dan sekarang, aku mulai belajar dan selalu belajar untuk semakin menutup diri, aku tidak pernah lagi memakai jeans kentat dan jilbab pendek... Ya, disetiap perubahan, pasti ada yang berkomentar, bermacam cemooh datang menghampiriku, mulai dari yang di bilang sok alim, bla bla bla... bahkan sampai ada yang bilang "pakai jilbab lebar dan panjang gitu kayak ibu-ibu, mau di bilang kayak ustadzah?" , semua itu ku balas dengan senyuman, cukup menjawab di dalam hati, "ya, kelak aku ingin menjadi ibu yang baik untuk anak-anakku dan aamiin, terima kasih telah mendoakan ku menjadi ustadzah" serta berdo'a semoga Allah memberinya hidayah.. Hidayah itu memang gak akan datang bagi siapa yang tidak ingin menjemputnya, hidayah itu dijemput dengan keteguhan hati... Dan sekarang Alhamdulillah ibuku pun berhijab syar'i,.. akupun tersadar, bahwa inilah pakaian wanita sesungguhnya, cantik di hadapan Allah bukan manusia,,, aku percaya bahwa berhijab saja belum cukup untuk membawaku ke surga, apalagi tidak berhijab? Jika kelak aku dipanggil _Nya, apa yang akan aku katakan, jika perintah yang sekecil ini saja aku langgar.. Dan kembali tentang pacar, sekarang aku berusaha untuk memantapkan hati supaya tidak lagi terjebak dalam liang dosa yang berkedok keindahan,, aku yakin Allah akan memilihkan jodoh yang baik untukku, karena aku percaya akan janji Allah dalam surah An-Nur:26 "perempuan baik utk lelaki yang baik, begitupun sebaliknya"... yang perlu dilakukan hanyalah memantaskan diri menjadi wanita sholehah, dengan begitu akan mendapatkan yang sholeh.. I love to be syar'i..
Proses hijrahku tidaklah mudah dan butuh waktu yang lama untuk memantapkan hati..
Sejak kecil aku tidak diajarkan untuk memakai hijab bahkan ibu ku pun tidak memakainya.. lingkungan disekitarku pun tidak ada satupun wanitanya yang berhijab,, #astaghfirullah.. Saat SMA, aku mulai belajar berhijab, itupun hanya ikut-ikutan trend hijab waktu itu,, yaaa, yang namanya bukan niat dari diri sendiri, aku pun melepas pasang hijabku (kadang berhijab kadang tidak) sampai menjelang kelulusan sekolah, akupun benar-benar melepaskannya, memang teman-temanku tidak banyak yang berhijab dan oleh sebab itu akupun melepaskannya... Di saat itulah aku mulai merasakan jatuh cinta, yaaaa yang namanya jatuh pasti sakit rasanya.. dulu, aku suka dijulukin sama temen-temen "playgirl" gitu, #astaghfirullah gak sadar udah ngelakuin dosa dan pada saat itu ngerasa bangga dengan julukan itu.. Semakin hari akupun semakin jauh dari Allah, di setiap hariku yang ada hanya pacar dan pacar saja,,, ya, memang benar, setan akan selalu membawa orang-orang pada kesesatan dan merasa semakin nyaman untuk berbuat dosa... Suatu ketika, Allah menegurku betapa sakitnya cinta kepada lelaki yang tidak halal bagiku, aku yang suka menyakiti hati lelaki, keadaanpun berbalik... sakit rasanya, bahkan sempat terpikir bahwa Allah tidak adil, #astaghfirullah terlintas hatipun tersadar, betapa durhakanya aku terhadap Allah, aku yang telah mendustakannya, aku yang telah melanggar larangannya, justru malah berbalik menghina Allah.. Pacaran itu tidak ada perintahnya sejak zaman Nabi dan sampai akhir zaman, aku sudah mengetahui akan hal itu, tetapi tetap saja aku melanggarnya, aku terus mencari-cari alasan bahwa pacaran itu boleh secara islami dengan tidak melakukan hal-hal yang berlebihan, namun lagi-lagi itu bisikan setan yang menghalalkan apa yang diharamkan_Nya...
Waktu terus berlalu, aku pun melanjutkan kuliahku, ya, inilah masa kedewasaanku dimulai, aku mulai belajar untuk memakai hijab saat memasuki semester 2, awalnya hijabku masih terbilang jilboobs seperti trend sekarang ini bahkan tak terlintas sedikitpun untuk berhijab syar'i... Saat itu, aku belum jera akan niat untuk berpacaran lagi dan tetap untuk mengoleksi mantan sebanyak-banyaknya #astaghfirullah, dan lagi-lagi akupun tersakiti, ya, Allah mengingatkanku kembali betapa cemburunya Allah ketika aku melupakannya entah menomorberapakan Allah..
Ketika usiaku genap 20 tahum, tepatnya 26 januari 2015, aku mulai tersadar akan semua yang aku lakukan terhadap Allah selama ini, aku selalu melupakannya, melanggar perintahnya, menghalalkan apa yang diharamkan, padahal Allah selalu memberikan apa yang aku pinta bahkan yang tidak aku pinta pun Allah kasih, sudah jelas tertulis dalam surah Ar-Rahman "maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" ... Sejak saat itu, aku mulai terpikir bahwa aku sudah dewasa, aku mulai mengenali apa isi Al-Qur'an yang selama ini hanya ku baca tapi tidak ku ketahui apa isinya, aku pun menemukan beberapa surah akan perintah hijab yang benar-benar murni perintah Allah, misalnya dalam surah Al-Ahzab:59 "wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin 'hendaknya mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali sehingga mereka tidak diganggu, dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang" dan surah An-Nur:31 "hendaknya mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya dan tidak menampakan perhiasan yang tidak tampak padanya dan hendaknya mereka menutupkan kain kerudung kedadanya,....." .. Kedua ayat tersebut mempunyai arti yang besar bagi perubahanku, bahkan hijab yang biasa ku pakai bukanlah hijab yang sesungguhnya, bahkan lebih mendatangkan dosa, bagaimana tidak? Hijab yang ku pakai hanya menutupi kepala dan leher saja, namun lekuk tubuhku masih terlihat dengan jelas #astaghfirullah, sedih ngerasa banget hidup di zaman jahiliyah... Dan sekarang, aku mulai belajar dan selalu belajar untuk semakin menutup diri, aku tidak pernah lagi memakai jeans kentat dan jilbab pendek... Ya, disetiap perubahan, pasti ada yang berkomentar, bermacam cemooh datang menghampiriku, mulai dari yang di bilang sok alim, bla bla bla... bahkan sampai ada yang bilang "pakai jilbab lebar dan panjang gitu kayak ibu-ibu, mau di bilang kayak ustadzah?" , semua itu ku balas dengan senyuman, cukup menjawab di dalam hati, "ya, kelak aku ingin menjadi ibu yang baik untuk anak-anakku dan aamiin, terima kasih telah mendoakan ku menjadi ustadzah" serta berdo'a semoga Allah memberinya hidayah.. Hidayah itu memang gak akan datang bagi siapa yang tidak ingin menjemputnya, hidayah itu dijemput dengan keteguhan hati... Dan sekarang Alhamdulillah ibuku pun berhijab syar'i,.. akupun tersadar, bahwa inilah pakaian wanita sesungguhnya, cantik di hadapan Allah bukan manusia,,, aku percaya bahwa berhijab saja belum cukup untuk membawaku ke surga, apalagi tidak berhijab? Jika kelak aku dipanggil _Nya, apa yang akan aku katakan, jika perintah yang sekecil ini saja aku langgar.. Dan kembali tentang pacar, sekarang aku berusaha untuk memantapkan hati supaya tidak lagi terjebak dalam liang dosa yang berkedok keindahan,, aku yakin Allah akan memilihkan jodoh yang baik untukku, karena aku percaya akan janji Allah dalam surah An-Nur:26 "perempuan baik utk lelaki yang baik, begitupun sebaliknya"... yang perlu dilakukan hanyalah memantaskan diri menjadi wanita sholehah, dengan begitu akan mendapatkan yang sholeh.. I love to be syar'i..
Maaf jika ada yang tersinggung akan ceritaku, bukan maksud menggurui, cuma ingin mengajak untuk meraih ridho_Nya bersama, semoga bermanfaat karena pengalaman tidak selalu didapat dari diri sendiri, tetapi bisa juga dari orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar